MENGENAL LEBIH DALAM PROCUREMENT PADA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI

21 Jan 2020

MENGENAL LEBIH DALAM PROCUREMENT PADA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI

Sebuah proyek konstruksi dapat terwujud tentunya terdapat tahapan yang harus dilalui. Tahapan-tahapan tersebut bermula dari : (1) Tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study); (2) Tahap Penjelasan (Briefing); (3) Tahap Perancangan (Design); (4) Tahap Pengadaan/Pelelangan (Procurement/Tender); (5) Tahap Pelaksanaan (Implementation); hingga (6) Tahap Pemeliharaan dan Persiapan Penggunaan (Maintenance & Start Up). Dari keenam tahap ini, salah satu tahapan yang cukup krusial sebelum melaksanakan sebuah proyek konstruksi adalah tahap pengadaan atau procurement stage. Tujuan dari tahap ini adalah untuk memilih kontraktor, sub-kontraktor maupun supplier mana yang digunakan oleh project owner dan berperan sebagai pelaksana proyek konstruksi di lapangan.

Workshop Engineering Procurement Contract

Dalam sebuah proyek konstruksi, idealnya project owner akan berfokus pada tiga elemen penting yaitu waktu pelaksanaan, biaya yang dikeluarkan serta mutu atau kepuasan atas hasil desain dan hasil fisik bangunan. Untuk itu sebelum melaksakanakan proyek konstruksi, project owner perlu secara selektif dalam memilih kontraktor, sub-kontraktor, maupun supplier pada tahap procurement. Selain itu, agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka project owner harus memahami hal-hal berikut ini.

Penetapan kriteria proyek atau pekerjaan yang akan dilaksanakan

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa tahap procurement merupakan sebuah tahapan yang cukup krusial sebelum melaksanakan proyek konstruksi.  Pada tahapan ini selain project owner perlu menetapkan design, ia juga perlu menetapkan kriteria proyek yang akan dilaksanakan. Kriteria tersebut mencakup komponen biaya, waktu, dan hasil yang diharapkan. Selanjutnya dari kriteria tersebut yang dijadikan dasar bagi project owner untuk mencari kontraktor, sub-kontraktor, serta supplier yang dianggap sesuai dan dapat berpartisipasi dalam proyek konstruksi tersebut.

Workshop Tender Document Preparation & Commercial Contract Drafting

Pengaturan kerangka kontraktual

Setelah menetapkan kriteria proyek, project owner perlu menyusun kerangka kontrak yang diwujudkan dalam sebuah Term of Refference (“ToR”). Nantinya ToR berfungsi sebagai dokumen yang menjelaskan gambaran umum tujuan, anggaran, kualifikasi, klasifikasi dan target dari sebuah proyek konstruksi. Dokumen ToR juga akan menjadi data pendukung dan acuan bagi calon pelaksana proyek untuk menentukan apakah ia dapat berpartisipasi dalam suatu proyek konstruksi pada saat proses tender. Dalam penyusunan ToR, project owner perlu menyusun secara rinci dan komprehensif komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan dalam proyek kostruksi yang akan dilaksanakan.

Prakualifikasi dan proses pemilihan

Sebelum melakukan pemilihan pelaksana proyek, hendaknya project owner melakukan prosedur prakualifikasi. Tujuan diadakannya prosedur prakualifikasi ini adalah untuk memfilter kontraktor, sub-kontraktor, serta supplier yang berpengalaman dan berkompeten saja yang diperbolehkan ikut serta dalam proses pemilihan/pelelangan tender. Prosedur ini meliputi pemeriksaan sumber daya keuangan, manajerial dan fisik kontraktor yang potensial, dan pengalamannya pada proyek serupa, serta integritas perusahaan.

Setelah melakukan prosedur prakualifikasi terhadap calon pelaksana proyek yang potensial untuk mengikuti proses tender, project owner selanjutnya perlu melakukan proses pemilihan yang dapat dilakukan secara langsung maupun secara elektronik. Apabila proses tender dilakukan secara langsung, maka project owner perlu mengundang calon pelaksana proyek untuk mempresentasikan harga dan kualitas yang ditawarkan. Kemudian bila proses tender  dilakukan secara elektronik, maka project owner dapat menawarkan kriteria proyeknya melalui sebuah portal elektronik yang berisi daftar nama calon pelaksana proyek. Dalam proses tender, calon pelaksana proyek yang menawarkan harga dan kualitas terbaiklah yang nantinya akan terpilih menjadi pelaksana proyek.

Workshop Kontrak Konstruksi Internasional (FIDIC Reference)

Penetapan pemenang tender dan pembuatan kontrak

Setelah project owner menetapkan pelaksana proyek yang terpilih, maka para pihak harus segera berunding untuk menyusun kontrak kerja konstruksi dengan mengacu pada dokumen ToR. Pada proses perundingan para pihak masih bisa menegosiasikan kembali komponen-komponen proyek yang terdapat dalam dokumen ToR yang akan dijabarkan secara lanjut dalam kontrak kerja konstruksi, dengan syarat harus ada kesepakatan diantara para pihak.

Dokumen kontrak kerja konstruksi sendiri didefinisikan sebagai dokumen perjanjian yang menunjukkan adanya hubungan hukum diantara para pihak serta didalamnya berisi klausula-klausula yang menguraikan tugas, hak serta tanggung jawab para pihak yang terlibat di dalamnya. Dokumen kontrak kerja konstruksi akan berlaku setelah para pihak menandatangani dokumen tersebut sebagai tanda adanya ikatan kerjasama antara para pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat