Empat Karakteristik Arbitrase Dalam Penyelesaian Sengketa Konstruksi

23 Jan 2020

Empat Karakteristik Arbitrase Dalam Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Arbitrase dalam sengketa konstruksi bukanlah hal yang baru. Selama 135 tahun yang lalu, arbitrase dikenal sebagai salah satu cara penyelesaian sengeta yang menggunakan entitas swasta yang dikenal sebagai pengadilan arbitrase. Dikenal sebagai salah satu metode untuk menyelesaikan sengketa internasional, arbitrase pun memiliki beberapa sifat dan prinsip. Arbitrase menyediakan proses penyelesaian sengketa yang netral dan efisien. Berbagai karakteristik utama dari arbitrase adalah sebagai berikut:

Workshop Kontrak Konstruksi Internasional (FIDIC Reference)

  1. Arbitration Shall be Made Based on the Consent of Parties

Arbitrase merupakan proses konsensual yang membutuhkan persetujuan para pihak dalam hal terjadinya sengketa yang timbul dalam perjanjian konstruksi, maka arbitrase yang akan digunakan. Hal tersebut sesuai dengan article II New York convention, bahwa arbitrase akan bisa dieksekusi apabila para pihak sepakat untuk menuangkan klausul arbitrase di setiap perjanjian yang dibuatnya.

  1. The Decision that Made by Parties is Not Affected by the Government

Salah satu karakteristik yang sangat fundamental dalam arbitrase adalah para pihak bebas untuk menentukan forum arbitrase dan para arbitrator nya. Keputusan yang diambil pun tidak berdasarkan pada hukum nasional negara salah satu pihak saja. Maka, dalam hal terjadinya sengketa konstruksi internasional, maka para pihak dalam menentukan pilihannya tidak berdasarkan hukum nasional negara masing-masing pihak melainkan berdasarkan ketentuan forum arbitrasenya.

Workshop EPC Contract

  1. The Award of Arbitration are Final and Binding

Arbitrase menghasilkan keputusan Final dan Binding, yang memiliki arti bahwa keputusan arbitrase tidak bisa diuji lagi dan mengikat para pihak. Keputusan arbitrase harus segera dieksekusi setelah keputusannya diberikan kepada pengadilan negeri dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) hari.

  1. Arbitration Use Adjudicatory Procedures

Karakteristik terakhir dari Arbitrase adalah proses arbitrase bersifat ajudikasi privat yang diberikan oleh forum arbitrase. Dalam proses ajudikasi ini akan menghasilkan keputusan yang tetap dan mengikat para pihak yang harus segera dieksekusi.

Workshop Tender Document Preparation and Commercial Contract Drafting

            Berdasarkan karakteristik tersebut di atas, dalam hal terjadinya sengketa konstruksi para pihak lebih menyukai penyelesaian sengketanya melalui proses arbitrase.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat