MENYIASATI FUNGSI LETTER OF INTENT DALAM COMMERCIAL BUSINESS

08 Oct 2019

MENYIASATI FUNGSI LETTER OF INTENT DALAM COMMERCIAL BUSINESS

Modal awal dalam dimulainya suatu hubungan bisnis adalah suatu kepercayaan. Terkadang suatu kepercayaan tidaklah murah harganya, harus ada sesuatu effort  yang diberikan untuk dimulainya suatu hubungan bisnis dengan cara mengutarakan maksud dan keinginan secara jelas dan tertulis. Salah satu bentuk dalam memberikan kepercayaan untuk dimulainya suatu bisnis adalah pembuatan Letter of Intent (“LOI”).

Pada prakteknya, LOI sering digunakan oleh para pelaku bisnis sebagai suatu surat yang dibuat secara resmi berisikan maksud, tujuan, keinginan, dan prinsip untuk menjalin suatu hubungan bisnis secara serius, ringkas dan jelas. Atas dasar hal tersebut, penerima LOI percaya bahwa pembuat LOI ingin menjalin suatu hubungan bisnis yang pada akhirnya menyepakati untuk pembuatan suatu kontrak kerjasama / commercial contract.

Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan LOI sebagai suatu surat untuk mengantar pada pembuatan kontrak atau dapat dikatakan sebagai perjanjian pendahuluan. Banyak yang mengartikan bahwa LOI hanya merupakan suatu surat yang tidak memiliki kekuatan binding bagi para pihak, akan tetapi terdapat juga yang mengartikan bahwa LOI juga dapat merupakan suatu perjanjian yang memiliki kekuatan binding. Cara membedakan hal tersebut, dapat dilakukan dengan cara melihat syarat sah suatu perjanjian, apakah didalam LOI tersebut mengandung ke empat syarat sah perjanjian yang diatur dialam pasal 1320 Burgelijk Wetboek (“B.W”) yaitu Sepakat, Cakap, Hal Tertentu dan Causa Halal.  Hal yang cukup disepelakan, akan tetapi hal ini menjadi penting dalam melihat terpenuhi atau tidaknya suatu syarat sah perjanjian. Kedua fungsi LOI tersebut diakui keberadaannya didalam dunia bisnis dan dapat digunakan tergantung pada situasi dan kondisi yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!