TERMINATION KONTRAK PADA PROJEK KONSTRUKSI DALAM STANDAR FIDIC

16 Sep 2019

PENGAKHIRAN (TERMINATION) KONTRAK OLEH PROJECT OWNER

PENGAKHIRAN (TERMINATION) KONTRAK OLEH PROJECT OWNER

Pengakhiran kontrak merupakan langkah yang diambil jika dalam pelaksanaan perjanjian terdapat ketidaksesuaian dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama, atau jika terdapat kesalahan-kesalahan yang tidak dapat diperbaiki oleh pihak yang bersangkutan. Pada umumnya sebuah perjanjian selalu mencantumkan parameter atau ketentuan yang dapat dijadikan acuan atau alasan atas pengakhiran suatu perjanjian .

Demikian juga dengan construction and engineering contract dengan standar FIDIC, yang di dalamnya terdapat ketentuan yang mengatur pengakhiran perjanjian. Ketentuan pengakhiran perjanjian ini penting untuk dicantumkan karena pengakhiran construction and engineering contract tentu akan menimbulkan akibat yang besar bagi para pihak baik dari sisi hukum, ekonomi dan keberlangsungan proyek secara kesuluruhan. Pengakhiran kontrak dapat terjadi karena keinginan dari Project Owner ataupun dari kontraktor.

Berikut adalah beberapa alasan dari Project Owner yang dapat menjadi alasan untuk pengakhiran suatu construction and engineering contract dengan standar FIDIC:

  1. Kontraktor gagal melewati pengujian setelah penyelesaian;
  2. Kontraktor gagal dalam upaya perbaikan (remedy defect);
  3. Terjadi penghentian yang bersifat opsional yang disebabkan oleh keadaan memaksa (force majeure) dan kejadian-kejadian luar biasa yang menjadi pengecualian;
  4. Terjadi pembebasan dari pelaksanaan suatu pekerjaan berdasarkan peraturan;
  5. Kontraktor gagal menyerahkan jaminan pelaksanaan (Performance Security) termasuk gagal memastikan keberlakuan selama periode yang disyaratkan dan gagal memperpanjang keberlakuan jaminan yang diserahkan;
  6. Kontraktor menyerahkan seluruh pekerjaan tanpa memperoleh persetujuan dari Project Owner;
  7. Kontraktor melakukan suap atau gratifikasi dalam pelaksanaan kontrak tersebut;

Hal-hal sebagaimana disebutkan di atas dapat menjadi dasar bagi Project Owner untuk melakukan pengakhiran perjanjian. Selain dari hal sebagaimana disebutkan di atas, masih terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar pengakhiran oleh Project Owner, tergantung dari kontrak yang disepakati oleh para pihak.

Selain ketentuan mengenai dasar yang dapat menjadi alasan untuk pengakhiran, construction and engineering contract dengan standar FIDIC juga berisi ketentuan dan prosedur pengakhiran oleh Project Owner, termasuk pengaturan kompensasi pembayaran yang harus dibayarkan oleh Project Owner untuk beberapa kasus pengakhiran tertentu seperti early termination yang disebabkan oleh adanya perubahan kepemilikan dari proyek tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!