MEMAHAMI KODE ETIK ENGINEERS DALAM STANDAR FIDIC

11 Sep 2019

MEMAHAMI KODE ETIK ENGINEERS DALAM STANDAR FIDIC

Engineer atau insinyur merupakan salah satu pihak terpenting dalam suatu proyek konstruksi skala besar. Secara definisi, engineer adalah seorang ahli sekaligus wakil dari pemilik proyek yang diminta untuk dapat bertindak independen, adil dan tidak memihak pada pihak manapun. Seorang engineer mempunyai peranan yang penting karena tugas dan wewenangnya menyangkut urusan proyek yang sedang dijalankan.

Terdapat ketentuan yang berlaku sebagai pedoman atau standar bagi para pihak dalam melaksanaan proyek konstruksi yaitu standar Federation Internationale Des Ingenieurs-Conseils (International Federation of Consulting Engineers, “FIDIC”), yang di dalamnya terdapat beberapa kode etik yang harus menjadi pedoman bagi para engineer, diantaranya:

  1. Tanggung Jawab kepada Masyarakat dan Profesi

Terkait dengan kode etik ini, seorang engineer harus:

  • Memikul tanggung jawab profesi kepada masyarakat.
  • Mencari solusi yang sejalan dengan prinsip prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
  • Selalu mempertahankan martabat, kedudukan dan reputasi dari profesinya.
  1. Kompetensi

Terkait dengan kode etik ini, seorang engineer harus:

  • Mempertahankan konsistensi pengetahuan dan keterampilan seiring dengan perkembangan di bidang teknologi, peraturan dan manajemen, serta menerapkan keterampilan, perhatian dan ketelitian atas jasa yang diberikan kepada kliennya.
  • Hanya memberikan jasa sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.
  1. Integritas

Selalu bertindak sesuai dengan kepentingan yang sah dari klien, serta memberikan jasa dengan penuh integritas dan terpercaya.

  1. Tidak Memihak

Terkait dengan kode etik ini, seorang engineer harus:

  • Tidak memihak dalam memberikan nasihat profesional, penilaian dan keputusan.
  • Memberitahukan kliennya atas segala potensi benturan kepentingan yang akan timbul dalam hal pemberian jasa kepada klien.
  • Commisioning (pengujian operasional pekerjaan sesungguhnya untuk memastikan pekerjaan telah dilaksanakan dengan memenuhi semua peraturan berlaku).
  • Tidak menerima pembayaran yang dapat mempengaruhi independensi keputusannya
  1. Adil kepada Pihak Lain

Terkait dengan kode etik ini, seorang engineer harus:

  • Mempromosikan konsep “QualityBased Selection”.
  • Tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan bisnis dan reputasi dari pihak lain, baik dengan sengaja ataupun karena kekurang hati-hatian.
  • Secara langsung ataupun tidak langsung tidak berusaha untuk mengambil tempat dari engineer lain yang telah ditunjuk untuk pekerjaan tertentu.
  • Tidak mengambil alih pekerjaan engineer yang lain sebelum memberitahukannya kepada engineer bersangkutan dan sebelum ada pemberitahuan tertulis dari klien bahwa penunjukan yang sebelumnya telah diputus.
  • Bersikap secara layak dan sopan ketika dimintakan untuk melakukan review pekerjaan dari pihak lain,.
  1. Corruption atau Kecurangan

Terkait dengan kode etik ini, seorang engineer harus:

  • Tidak akan menawarkan atau menerima imbalan dalam bentuk apapun yang mempengaruhi proses pemilihan dirinya untuk menjadi engineer yang terpilih, atau mempengaruhi engineer lain untuk memberikan penilaian yang memihak.
  • Bekerjasama sepenuhnya dengan badan investigasi resmi dalam hal terdapat penyelidikan yang terkait dengan suatu kontrak jasa atau konstruksi.

 

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat