MENGENAL BOILERPLATE CLAUSE DALAM SEBUAH COMMERCIAL BUSINESS CONTRACT

13 Aug 2019

MENGENAL BOILERPLATE CLAUSE DALAM SEBUAH COMMERCIAL BUSINESS CONTRACT

Kegiatan bisnis tidak akan jauh dari keberadaan commercial contract. Setiap commercial contract tentu memiliki perbedaan antara satu atau dengan yang lainnya baik dari sisi substansi maupun kepentingan pembuatan perjanjian tersebut. Namun terdapat klausul-klausul standar yang digunakan dalam commercial contract yang mencakup masalah atau persyaratan yang bersifat umum. Klausul-klausul tersebut dikenal dengan boilerplate clause.

Boilerplate clause hampir selalu ada di dalam commercial contract pada umumnya. Meskipun boilerplate clause ini merupakan klausul standar, namun penggunaannya harus tetap diperhatikan agar sesuai dengan keseluruhan substansi dari perjanjian. Berikut merupakan contoh-contoh boilerplate clause:

 Penggunaan Bahasa

Kontrak Bisnis Internasional

Perjanjian yang dibuat di wilayah yurisdiksi Indonesia wajib dibuat dalam bahasa Indonesia. Meskipun para pihaknya merupakan aktor asing, perjanjian tetap harus dibuat dalam Bahasa Indonesia, atau dengan menggunakan dwibahasa yang salah satunya adalah Bahasa Indonesia.

Severability Clause

Persyaratan dalam perjanjian yang menyatakan bahwa setiap pasal dari perjanjian merupakan pasal-pasal yang berdiri sendiri (independent), sehingga apabila terdapat putusan pengadilan membatalkan salah satu klausul dalam perjanjian, maka klausul-klausul yang lain akan tetap dianggap sah dan mengikat para pihak yang membuat perjanjian.

Assignment Clause

Klausul dalam perjanjian yang berisi mengenai dapat atau tidaknya para pihak untuk mengalihkan sebagian atau seluruh hak dan kewajibannya yang diatur dalam perjanjian kepada pihak ketiga, serta syarat-syarat/tata cara pelaksanaan pengalihan itu seandainya pengalihan tersebut diperbolehkan.

Workshop Contract Drafting in Mining Industry

Non-Disclosure Agreement (“NDA”)

NDA adalah Komitmen bagi pihak yang menerima informasi rahasia untuk tidak membuka informasi itu kepada pihak lain. Hal ini terkait dengan suatu rencana transaksi dimana perlu adanya akses terhadap informasi rahasia dari suatu pihak ke pihak lain. Klausul ini tidak berlaku pada informasi yang : (1) telah menjadi informasi publik; (2) diperoleh secara independen; (3) disyaratkan untuk dibuka oleh penegak hukum; atau (4) harus dibuka kepada konsultan yang ditunjuk oleh pihak yang bersangkutan.

Workshop Kontrak Konstruksi Standar Internasional

Survival Clause

Klausa ini digunakan untuk menjelaskan pasal (atau pasal-pasal) dalam sebuah perjanjian yang tetap berlaku meskipun perjanjian tersebut telah berakhir. Sebuah survival clause diperlukan apabila para pihak masih akan memiliki hubungan terkait data protection (data privasi), indemnity, insurance, representation and warranties dan covenants, serta pasal-pasal lain dalam perjanjian yang menetapkan apa-apa yang terjadi setelah perjanjian berakhir.

Jangka Waktu

Klausul yang memuat perihal jangka waktu pelaksanaan hak dan kewajiban dari suatu perjanjian, yang berfungsi untuk memperjelas posisi suatu pihak ketika dinyatakan wanprestasi.

Termination Clause 

Sebuah klausul terkait pemutusan/pengakhiran perjanjian yang menyatakan dengan tegas dan ditetapkan dalam prosedur/cara-cara pengakhiran perjanjian dengan memperhatikan ketentuan Pasal 1266 KUH Perdata:

 “Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuan-persetujuan yang bertimbal balik, manakala salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya.”

Workshop Engineering Procurment Construction Contract

Choice of Law and Forum

Klausul ini menerangkan pemilihan hukum dan forum (tempat) penyelesaian sengketa yang akan digunakan oleh para pihak dalam perjanjian dalam muncul sengketa di kemudian hari.

Klausul-klausul dalam sebuah perjanjian digunakan sesuai situasi, kondisi dan kepentingan para pihak dalam menjalankan komitmen sebagaimana telah disepakati dalam sebuah perjanjian. Pemilihan klausul yang tidak tepat atau kurangnya klausul yang mengatur maksud dan tujuan dalam sebuah perjanjian dapat memicu munculnya potensi sengketa antara para pihak. Sehingga dalam perancangan commercial contract baik terkait klausul pokok maupun boilerplate, kemampuan, pengetahuan dan pengalaman agar perjanjian yang dibuat selaras dengan tujuan dan maksud bersama dari para pihak sangat dibutuhkan.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!