10 Jul 2019

2 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PRAKTIK TRANSFER PRICING

Seiring dengan perkembangan ekonomi global, banyak bermunculan Multi National Company (“MNC”) dengan anak perusahaan yang didirikan di berbagai negara di dunia. Perkembangan MNC tersebut berpengaruh pada perpindahan barang dan jasa tanpa batas ke berbagai negara dunia atau yang dikenal dengan istilah borderless. Sebagai negara berkembang, Indonesia menjadi salah satu negara strategis yang mendapatkan pengaruh dari  perkembangan MNC ini. Hal ini disebabkan karena Pemerintah Indonesia menawarkan banyak insentif bagi potensial investor untuk melakukan kegiatan bisnisnya di Indonesia.

Salah satu isu yang menarik perhatian dalam perkembangan MNC di era global ini adalah mengenai ketentuan perpajakan sehingga muncul istilah yang kita kenal dengan transfer pricing. Transfer pricing ini berkaitan dengan penentuan harga transfer dalam transaksi khususnya yang dilakukan antar perusahaan atau divisi dalam satu grup perusahaan, atau dalam istilah pajak kita mengenalnya dengan perusahaan dengan hubungan istimewa. Isu transfer pricing ini mulai berkembang setelah terjadinya penyalahgunaan transfer pricing yang dilakukan oleh beberapa MNC untuk melakukan penghindaran pajak seperti Starbucks, Google dan Amazon. Penghindaran pajak tersebut dapat dimungkinkan terjadi karena beberapa MNC tersebut menggunakan celah peraturan perpajakan yang berlaku. Untuk mencegah penyalahgunaan transfer pricing dalam ketentuan perpajakan berikut, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Penetapan Transfer Pricing

Dalam pelaksanaan transfer pricing, perusahaan terafiliasi atau perusahaan dengan hubungan istimewa yang melakukan transaksi harus memastikan bahwa transaksi tersebut menerapkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha (arm’s length principle). Salah satu cara untuk melaksanakan arm’s length principle yakni dengan menentukan metode penetapan transfer pricing yang tepat.  Metode-metode yang dapat digunakan untuk kepentingan penetapan transfer pricing diantaranya:

  1. Metode perbandingan harga antara pihak yang independen (Comparable Uncontrolled Price/CUP);
  2. Metode harga penjualan kembali (Resale Price Method/RPM);
  3. Metode biaya plus (Cost Plus Method);
  4. Metode pembagian laba (Profit Split Method); and
  5. Metode laba bersih transaksional (Transactional Net Margin Method/TNMM).

Berdasarkan metode-metode penetapan transfer pricing sebagaimana disebutkan di atas, perusahaan dengan hubungan istimewa dapat  melakukan pengujian apakah transaksi yang dilakukan telah memenuhi arm’s length principle. Selain self assesment yang dilakukan oleh subjek pajak tersebut, Direktorat Jenderal Pajak (“Dirjen Pajak”) juga berwenang melakukan koreksi atas transaksi yang dilakukan oleh subjek pajak dengan hubungan istimewa tersebut dengan metode yang sama.

Workshop Transfer Pricing Documentation

  1. Kepatuhan pada Otoritas Pajak

Meskipun dalam teorinya metode penetapan transfer pricing  tersebut telah ada, namun dalam praktiknya penerapan arm’s length principle bukanlah hal yang mudah dan sederhana. Hal ini salah satunya disebabkan karena hampir semua negara memiliki pemahaman dan penerapan yang berbeda beda terkait dengan praktik arm’s-length principle.

Sering kali dalam praktiknya, meskipun perusahaan-perusahaan dengan hubungan istimewa telah menerapkan metode-metode sebagaimana disebutkan, perusahaan-perusahaan tersebut masih mengalami kesulitan dalam penyusunan transfer pricing documentation.

Oleh karenanya, untuk menghindari dan meminimalisir kesalahan dalam penyusunan transfer pricing documentation, usaha dan ketelitian yang lebih serta sharing pengalaman sangat dibutuhkan, yang bisa didapatkan dengan menghadiri pelatihan dan seminar yang diadakan oleh pihak-pihak yang memiliki kualifikasi khusus dalam penyusunan transfer pricing documentation. Sehingga sebelum melakukan penyusunan transfer pricing documentation, penyusun telah memiliki gambaran mengenai ketentuan-ketentuan yang diberlakukan oleh otoritas pajak yang berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!